saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Ibu Hj. Kartini (089660329948 (Call/WA)
KUNINGAN Septian 085295591920 (WA/Call)
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

UPJA Sida Dadi Sewakan Alsintan Sampai Sumatera

image

UPJA Sida Dadi yang berlokasi di Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jateng ini pada awal kegiatannya hanya bermodal 1 unit traktor tangan yang dibeli dengan cara kredit dari program kerja sama operasi (KSO) Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap. Berbekal 1 unit traktor tangan inilah manajemen UPJA Sida Dadi memulai usaha sewa alsintan ke petani sekitarnya.

Tak lama berselang, pihaknya mengikuti lagi program KSO dengan Dinas Pertanian Kabupatem Cilacap dan mendapat 1 unit traktor tangan. Harganya sama dengan yang pertama, sebesar Rp 15 juta/unit.

“Karena tak punya uang cash, traktor tangan ini juga kami beli dengan DP sebesar Rp 5 juta, sisanya kami angsur Rp 1 juta per musim, selama 10 musim,” kata Ketua UPJA Sida Dadi, Edy Kuswanto, di Jakarta, belum lama ini.

Setelah memiliki dua traktor tangan, usaha penyewaan alsintan yang dilakukan UPJA Sida Dadi mulai kelihatan hasilnya. Sebab, banyak petani di sekitar Cilacap yang melakukan olah tanah dengan traktor tangan.

“Kami waktu itu hanya mematok jasa sewa Rp 600 ribu/ha. Dengan traktor tangan tersebut, petani sudah merasa sangat terbantu ketika olah tanah,” jelas Edy.

Seiring berjalannnya waktu, bantuan alsintan yang diterima UPJA Sida Dadi terus berdatangan. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dinas Pertanian setempat pada tahun 2006 juga memberi bantuan 1 unit traktor tangan.

“Dengan adanya tambahan alsintan, kami bisa lebih leluasa mengenalkan dan menyewakan alsintan ke petani. Bahkan kami juga mengajari petani menggunakan alsintan di sawah mereka,” papar Edy.

Ia menekankan, UPJA Sida Dadi yang didirikan pada tahun 2004 terus dikelola dengan baik. Sosialisasi cara mengoperasikan alsintan, khususnya traktor roda dua juga terus dilakukan ke petani dan kelompok tani.

“Pada tahun 2009 ada verifikasi UPJA dari Provinsi Jawa Tengah. Kebetulan UPJA Sida Dadi mengikutinya dan kami terpilih mewakili Jawa Tengah (Jateng) untuk mengikuti pembekalan,” ujarnya.

Setelah mengikuti pembekalan di Jateng, UPJA Sida Dadi mendapat bantuan dana sebesar Rp 275 juta. Dana tersebut selanjutnya dibelanjakan untuk membeli hand traktor, pompa air, rice transplanter dan membangun gudang.

Anggaran pemerintah daerah tersebut, menurut Edy, masuk ke rekening UPJA. Sesuai petunjuk pelaksanaan, anggaran tersebut harus dibelanjakan untuk membeli alsintan yang diperlukan UPJA. “Karena masih ada sisa, kami ajukan lagi untuk membeli cultivator sebanyak 1 unit,” ujar Edy.

 

 Berbekal 18 Unit Alsintan

Alsintan yang dimiliki UPJA Sida Dadi makin hari terus bertambah dan kini total jumlahnya sudah mencapai 18 unit alsintan. Karena memiliki alsintan relatif cukup banyak, manajemen UPJA Sida Dadi bisa leluasa menyewakan alsintan ke petani dan kelompok tani di sekitar Cilacap.

“Semua alsintan yang kami miliki harus kami kelola dengan baik. Alsintan ini harus kami berdayakan secara maksimal,” ujarnya.

Dari 18 alsintan itu salah satunya berupa combine harvester sebanyak 1 unit bantuan pemerintah pada tahun 2013. “Pada tahun 2013 kami juga mendapat tawaran dari salah satu perusahaan untuk membeli combine hervestrer dengan harga Rp 180 juta/unit. Karena boleh dikredit, akhirnya kami membeli dua unit. Combine harvester ini kami cicil selama dua musim,” kata Edy.

Berbekal 3 unit combine harvester itulah, UPJA Sida Dadi bisa melayani sewa alat panen padi untuk sejumlah petani di luar Jawa, seperti Lampung dan Palembang. Petani yang menyewa combine harvester hanya dikenakan biaya sewa sebesar Rp 2,5 juta /ha.

“Sewa yang kami patok ini termasuk untuk ongkos operator dan membeli BBM-nya,” tutur Edy.

Sedangkan 3 unit combine harvester lainnya yang dimiliki UPJA Sida Dadi disiapkan untuk melayani kebutuhan petani di Cilacap dan sekitarnya. “Kebetulan permintaan sewa combine harvester di Cilacap dan sekitarnya juga banyak, sehingga combine harvester yang kami miliki harus kami bagi supaya semua pihak bisa dilayani,” jelas Edy.

Menurut Edy, jumlah operator yang mengoperasikan 18 alsintan tersebut sebanyak 22 orang. “Operator inilah yang bertugas mengoperasikan alsintan di lapangan. Sedangkan, kami dan manajemen UPJA Sida Dadi bergerak menyewakan alsintan dan mencari jaringan ke sejumlah sentra padi di Jawa maupun di luar Jawa,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, UPJA Sida Dadi juga menerima tawaran mulai dari mengolah tanah, menanam, hingga panen di kawasan Indramayu dengan luasan lahan sekitar 2.600 ha. “Karena keterbatasan tenaga operator alsintan yang menanganinya, dengan sangat terpaksa tawaran tersebut kami tolak,” ujarnya. (Tabloid Sinar Tani/Idt/Ira/Ditjen PSP

Thu, 9 Aug 2018 @13:54


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved