saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Ibu Hj. Kartini (089660329948 (Call/WA)
KUNINGAN Septian 085295591920 (WA/Call)
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

Petani Bergairah, Panen Jagung Harga Tinggi

image

Memasuki Februari 2019, petani di sejumlah sentra jagung mulai panen. Salah satu sentra jagung yang mulai panen awal Februari tahun ini adalah petani jagung Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim). Panen jagung kali ini sangat menggembirakan petani Lamongan, karena, harga jualnya cukup tinggi.

 

Wajah sumringah Kamijo, salah satu petani jagung Kabupaten Lamongan, Jatim tampak berseri karena jagung yang ditanam di lahan seluas 1 ha sudah siap panen pada awal Februari tahun ini. Keceriaan juga tampak terbersit di wajah Kamijo melihat deretan tanaman jagung yang sudah menguning di depan matanya saat ini bisa dijual dengan harga tinggi.

“Kami sangat untung tanam jagung saat ini. Karena panen awal Februari tahun ini harganya cukup bagus. Kami bisa menjual dengan harga Rp 3.500/kg jagung pipilan basah. Kalau pipilan kering harganya Rp 6.000/kg," kata Kamijo, saat berdialog langsung dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, di sela panen jagung di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (6/2).

Menurut Kamijo, jagung yang ditanam petani Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jatim saat ini cukup bagus. Produktivitasnya rata-rata 7-8 ton/ha. “Karena harganya cukup bagus, kami bertekad setelah panen segera mengolah lahan untuk ditanami jagung lagi,” ujarnya.

Keceriaan juga tampak di guratan wajah petani jagung Lamongan lainnya, Barno. Meski hanya menanam jagung di lahan 0,5 ha, lelaki paruh baya ini merasa puas dan senang dengan tanaman jagung yang dihasilnya. “Kami bersyukur, jagung yang kami tanam sudah menguning dan siap untuk dipanen dengan harga cukup bagus Rp 6.000 (pipilan kering) dan Rp 3.500 (pipilan basah)," kata Barno.

Ia mengungkapkan, jagung yang ditanam pada awal Desember tahun lalu, saat ini sudah siap panen. Jagung yang siap panen tersebut produktivitasnya diperkirakan 7-8 ton/ha. “Kalau jagung yang ditanam petani Lamongan produktivitasnya cukup bagus. Sebab, kami dianjurkan menanam jagung dengan benih unggul dan dipelihara dengan baik,” paparnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berkesempatan datang melihat langsung panen jagung di Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jatim awal Februari tahun ini juga merasa bangga. “Dalam perjalanan ke Desa Mojorejo tadi, saya lihat banyak tanaman jagung yang sudah siap untuk dipanen. Saya juga lihat sendiri petani banyak yang menjemur jagung di halaman rumahnya. Ini bertanda, petani jagung di sini bukan hanya bangkit tapi sudah bergairah,” papar Amran.

Ia mengungkapkan, panen jagung yang dilakukan petani Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jatim adalah berkah untuk petani. Mengapa demikian? Menurut Amran, karena jagung yang dipanen petani saat ini bisa dijual dengan harga tinggi. "Kata petani harga jagung pipilan basah Rp 3.500/kg. Sedangkan untuk jagung pipilan kering Rp 6.000/kg. Kata petani, dengan harga tersebut petani merasa diuntungkan," ungkap Amran.

Amran berharap, sentra jagung di Lamongan sangat prospektif untuk dikembangkan. Sebab, sudah banyak petani di Lamongan saat ini tanam jagung. Bahkan, ada sejumlah petani yang tanam jagung di pematang. “Ini membuktikan kalau tanam jagung itu sangat menguntungkan petani. Tak hanya petani Lamongan saja yang giat tanam jagung. Bahkan, petani Jateng tanam jagung di sekitar pusara dan sejumlah petani di Gorontalo tanam jagung di lereng gunung,” jelas Amran.

Menurut Amran, banyaknya petani yang tanam jagung bukan hanya karena menguntungkan. Namun, karena adanya kebijakan tepat yang dilakukan selama ini. "Pemerintah harus hadir di tengah-tengah petani. Karena itu kami memberi bantuan benih ke petani," ujarnya.

Guna menggairahkan petani jagung, Kementan juga memberi bantuan benih dan sarana produksi lainnya seperti pupuk kepada petani. Pemerintah juga membuat kebijakan tentang harga pembelian pemerintah (HPP) jagung Rp 3.150/kg. Nah, HPP ini merupakan jaminan pasca panen dari pemerintah, agar harga jagung tak jatuh ketika musim panen tiba.

 

Panen Masih Berlanjut

Wakil Bupati Lamongan, Hj. Kartika Hidayati mengatakan, Kabupaten Lamongan merupakan salah satu sentra jagung di Jawa Timur. Sedangkan produksi jagung di Lamongan rata-rata 600.000 ton/tahun. “Jagung petani yang sedang dipanen saat ini seluas 400 ha. Hamparan jagung di areal ini (Desa Mojorejo,red) sudah menguning semua dan siap panen,” papar Kartika saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada saat panen jagung, di Lamongan.

Kartika mengungkapkan, harga jagung di tingkat petani saat ini cukup bagus. Untuk jagung pipilan kering harganya Rp 5.000-6.000/kg. Sedangkan untuk jagung pipilan basah Rp 3.500-3.800/kg. “Kami harap harga jagung ke depan nantinya cukup stabil. Artinya jangan sampai anjlok atau naik tajam. Kalau naiknya terlalu tinggi juga kurang bagus karena akan memberatkan peternak,” kata Kartika.

Data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menyebutkan, total lahan jagung di Lamongan seluas 21 ribu ha. Sedangkan produktivitas jagung yang ditanam petani rata-rata 8-9 ton/ha. Luas panen jagung minggu I-III Februari 2019 di Kecamatan Modo sekitar 1.627 ha "Saat ini yang sudah mulai panen seluas 400 ha. Dari total luasan lahan jagung tersebut kurun 1-2 bulan ke depan masih ada potensi panen seluas 11.395 ha," kata Kartika.

Menurut Kartika, kawasan Lamongan ini memang daerah penghasil jagung di Jawa Timur. Karena itu, petani Lamongan sudah siap sanggup ekspor jagung. “Jagung yang diproduksi petani di sini cukup banyak. Selain untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak, sisanya bisa kami ekspor. Sehingga tak logis kalau masih ada keinginan untuk impor jagung,” papar Kartika. (Sinar Tani/Idt/Yul/Ditjen PSP)

Mon, 11 Feb 2019 @14:38


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved