saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Ibu Hj. Kartini (089660329948 (Call/WA)
KUNINGAN Septian 085295591920 (WA/Call)
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

Menuju Lumbung Pangan Dunia dengan Modernisasi Pertanian

image

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono menyampaikan apa saja langkah yang dilakukan Kementan untuk mewujudkan program Pembangunan Pertanian Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045.

“Untuk mewujudkan lumbung pangan Dunia tahun 2045 ada beberapa pendekatan yang harus kita lakukan salah satunya yaitu dengan pendekatan modernisasi pertanian. Kita akan mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian sehingga akan lebih efisien, lebih murah dengan kualitas produk yang lebih baik,” tutur Momon usai acara Temu Teknis Penyuluh, Petani dan Santri Milenial Kabupaten Bekasi, Selasa (12/3).

Adanya bantuan alsintan berikan kepada petani/kelompok tani memang menjadi tanda beralihnya pertanian Indonesia dari tradisional menuju modernisasi. Bahkan sejak tiga tahun terakhir, kini sawah di tanah air dengan mudah terlihat petani menggunakan alsintan, baik saat pengolahan lahan, tanam hingga panen. Dengan alsintan bukan sekadar membantu petani mengatasi makin berkurangnya tenaga kerja pertanian, tapi juga lebih efisien dalam mengerjakan usaha tani.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengakui, pemerintah telah memberikan bantuan alsintan sekitar 720 ribu unit dengan berbagai jenis. Jumlah itu diperkirakan naik hampir 500% dari sebelumnya.

Data Ditjen PSP, sejak tahun 2015, pemerintah memberikan bantuan alsintan sebanyak 54.083 unit, tahun 2016 sebanyak 148.832 unit, pada tahun 2017 sebanyak 82.560 unit, dan pada tahun 2018 sebanyak 112.525 unit. Alsintan tersebut telah diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani, UPJA dan brigade alsintan.

Sedangkan tahun 2019, Kementan akan mengalokasikan alsintan sebanyak 50 ribu unit. Alsintan tersebut berupa Traktor Roda dua (20 ribu unit), Traktor Roda empat (3 ribu unit), Pompa Air (20 ribu unit), Rice Transplanter (2 ribu unit), Cultivator (4.970 unit) dan Excavator (30 unit).

 

Petani Madura

Sementara itu di Tanah Madura, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Kementerian Pertanian, Moh. Ismail Wahab secara simbolis memberikan bantuan alsintan kepada petani di Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan.

“Alhamdulillah Pamekasan dialokasikan bantuan alat mesin pertanian cukup besar. Ada 10 unit power thresher, pompa air, jaringan irigasi dan traktor. Bahkan kita bakal dapat mini excavator dan dryer UV sebentar lagi. Kita mau ajukan lagi pompa air karena kebutuhan di sini cukup besar," tuturnya.

Ketua Poktan Serba Usaha II, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan, Muhammad Tamri yang mendapat alokasi power thresher 1 unit mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini. “Terus terang ini yang kami butuhkan, tapi karena harganya mahal kami nggak sanggup beli," ujarnya.

Tamri hanya salah penerima alat perontok padi, masih ada beberapa kelompok tani yang telah menerima alat dan mesin yang mereka butuhkan. Tamri menekankan alat tersebut akan menjadi milik masyarakat. “Ini bukan milik pribadi, jadi siapapun yang butuh alat ini bisa pinjam ke kami. Asal jelas penggunaan dan tanggung jawabnya. Intinya kami bangga dengan perhatian pemerintah kepada kami petani padi. Alhamdulillah,” katanya.

Selain bantuan alsintan, petani juga mendapat bantuan benih padi. Dengan bantuan benih padi varietas Inpari 30. Varietas milik salah satu BUMN memang menjadi kesukaan petani Pamekasan menggantikan varietas sebelumnya Ciherang.

“Kami senang dapat bantuan benih unggul. Dulu kami tanam varietas Ciherang, produksinya sekitar 88 kuintal per hektar. Kalau sekarang pakai benih inpari 30, produksi bisa 104 kuintal/ha?” kata Ketua Kelompok Tani Sumber Murni 2, Asmawi.

Pamekasan memiliki lahan padi seluas 64.920 ha. Sekitar 1.530 ha telah mendapat alokasi bantuan benih padi dari pemerintah. “Rinciannya sudah dibagi per musim, 530 ha tanam Maret-April dan terbesar tanam bulan Oktober. Kita genjot terus Luas Tambah Tanam (LTT-red) di sini,” kata Ismail.

Program yang memberdayakan hampir 150 kelompok tani ini tentu akan berdampak langsung bagi masyarakat. “Total petani yang terlibat juga tidak main-main. Kita alokasikan benih padi terbaik yang tahan hama, tahan wereng dan terbukti tumbuh bagus di sini,” lanjutnya.Tabloid Sinar Tani/Yul/Ditjen PSP

Mon, 18 Mar 2019 @13:59


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved