saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Shadam Hikaruz 0877-7922-2022
KUNINGAN Septian 085295591920
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

Pemerintah Alokasikan 9,55 Juta Ton Pupuk Bersubsidi

Subsidi pupuk tetap menjadi salah satu program pemerintah. Untuk tahun 2019, berdasarkan DIPA pemerintah mengalokasikan subsidi pupuk sebesar 9,55 juta ton. Jumlah tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan petani.

 

Dengan rincian dari DIPA 2019 adalah urea 4,1 juta ton, SP 36 850 ribu ton, ZA 1,05 juta ton, NPK 2,55 juta ton, dan organik 1 juta ton. Kalau rincian dari Permentan No.47/2018 adalah urea 3,825 juta ton, SP 36 779 ribu ton, ZA 996 ribu ton, NPK 2,326 juta ton dan organik 948 ribu ton. Sementara itu dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 47 Tahun 2018 ditetapkan alokasi pupuk subsidi sebanyak 8,874 juta ton.

 “Ini berbeda karena DIPA berdasarkan serapan tahun sebelumnya, sedangkan Permentan berdasarkan proposional luas baku lahan,” kata Direktur Pupuk dan Pestisida, Muhrizal Sarwani saat Forum Diskusi Agrina ‘Kepastian Petani Mendapatkan Pupuk Bersubsidi’ di Jakarta, kamis (2/5).

Permentan mengajukan subsidi pupuk melihat dari luas baku areal persawahan saat ini yang semakin berkurang. Berdasarkan data dari BPN dari tahun 2013-2018 terjadi pengurangan lahan pertanian sebanyak 689.519 ha. Sedangkan data berdasarkan konfirmasi gubernur/bupati seluruh Indonesia terjadi pengurangan lahan sawah sebanyak 865.063 ha

“Kalau Permentan No.47/2018 mengacunya terhadap luas lahan baku dari BPN, secara nasional akan terjadi kekurangan alokasi pupuk sebesar 676 ribu ton. Makanya kalau DIPA mengacunya kepada serapan tahun sebelumnya. Tetapi Permentan dapat disesuaikan dengan anggaran apabila diperlukan, ” jelas Muhrizal.

Karena volume pupuk subsidi jumlahnya terbatas, Muhlizar mengingatkan agar petani bisa memanfaatkan sebaik mungkin. Selain itu, petani juga bisa memanfaatkan pupuk organik untuk memulihkan kondisi lahan. “Walau ketersediaan pupuk bersubsidi masih kurang, tapi kalau tidak disediakan, petani bisa komplen. Sebenarnya, pupuk bersubsidi yang dibutuhkan sebanyak 12 juta ton. Namun yang disediakan hanya 8,847 juta ton,” tegasnya.

 

Petani Masih Perlu Pupuk Subsidi

Sementara itu Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir mengatakan, pemerintah harus tetap memberikan subsidi pupuk agar petani bersemangat dalam berusaha tani. Jika tidak ada subsidi, maka tidak ada kontrol dari pemerintah dan harga pupuk akan menjadi tidak terkendali.

“Kebijakan pemberian subsidi pupuk bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan pupuk oleh petani sesuai dengan rekomendasi (Permentan 47/2018 tentang Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian),” katanya.

Tidak hanya itu, kebijakan subsidi pupuk juga bertujuan untuk mendukung penerapan pemupukan sesuai dosis yang direkomendasi kementarian teknis, sehingga diharapkan produktivitas usaha tani dan pendapatan petani meningkat.

Winarno menilai, pupuk merupakan salah satu faktor produksi yang sangat menentukan produksi dan produktivitas pertanian. Karena itu ketersediaan pupuk di lapangan baik dari segi kualitas, kuantitas dan harga yang terjangkau menjadi salah satu syarat yang harus dapat dijamin pemerintah. (Tabloid Sinar Tani)

Thu, 9 May 2019 @12:45


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved