saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Shadam Hikaruz 0877-7922-2022
KUNINGAN Septian 085295591920
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

Bila Tak Optimal, Alsintan Bakal Dialihkan

image

Selama kurang lebih empat tahun terakhir Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menggelontorkan ratusan ribu alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk membantu petani mengelola usaha tani. Karena itu, pemerintah berharap semua bantuan alsintan bisa dioptimalkan penggunaannya. Jika bantuan alsintan ke sejumlah unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) tak optimal penggunaannya, maka siap-siap dialihkan ke UPJA atau ke tempat lain.

Dirjen PSP, Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengatakan, alsintan yang dikelola UPJA tak boleh berhenti. Untuk itu, pengurus UPJA yang mengelola alsintan harus ekstra aktif mencari peluang ke daerah lain agar penyewaan alsintannya bisa berjalan lancar.

“Apabila UPJA, KUB ataupun Brigade Alsintan tersebut tak bisa mengoptimalkan penggunaannya ke petani, kami akan alihkan ke UPJA atau KUB lainnya. Pengalihan alsintan tersebut langsung dari pusat dan berkoordinasi dengan pihak kabupaten dan provinsi,” kata Sarwo Edhi, di Jakarta, pekan lalu.

Bahkan jika ada pengurus UPJA yang dinilai kurang maksimal dan tak responsif dalam mengembangkan usaha alsintan, Ditjen PSP Kementan bisa membubarkan dan segera membentuk UPJA baru untuk mengelola bantuan alsintan dari pemerintah. Tindakan tegas terhadap pengelola alsintan yang bandel tersebut dilakukan agar semua bantuan alsintan yang diberikan ke UPJA, KUB dan Brigade Alsintan tak lagi “mangkrak”.

Karena itulah Sarwo Edhy berharap, semua pengurus UPJA yang mengelola alsintan jeli membaca potensi pengguna alsintan di wilayah dan daerah sekitarnya. Misalnya, jika di daerahnya sudah selesai panen, maka combine harvester-nya bisa dialihkan ke daerah lain yang sedang panen. Begitu juga kalau di daerahnya sudah selesai olah lahan dan tanam, traktor dan rice transplanter-nya bisa disewakan ke daerah lain.

“Kalau pengurus UPJA yang mengelola alsintan berperan aktif dan jeli membaca potensi alsintan di daerah sekitarnya, kami yakin semua bantuan alsintan bisa dioptimalkan penggunaannya,” tegas Sarwo.

Sarwo berharap bantuan alsintan bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Jangan sampai bantuan alsintan hanya disimpan di rumah, apalagi dijual. Karena itu, pengurus UPJA yang menerima bantuan alsintan harus rajin melakukan sosialisasi penggunaan alsintan ke petani.

Namun demikian Sarwo mengakui, sudah banyak UPJA yang mengelola alsintan di sejumlah daerah dengan baik. Alsintan yang dikelola sejumlah UPJA tersebut mampu memberi tambahan pendapatan signifikan. Bahkan, ada sejumlah UPJA yang sudah mampu membeli sendiri combine harvester untuk menunjang kegiatan usahanya.

Menurutnya, ada UPJA yang mengelola alsintan dalam kurun dua bulan sudah bisa mendapatkan hasil dari sewa alsintan ke petani Rp 46 juta. Artinya, jika dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan dan menambah pendapatan petani.

Data Ditjen PSP Kementan menyebutkan, pemerintah telah memberikan bantuan alsintan sekitar 720 ribu unit dengan berbagai jenis. Jumlah bantuan alsintan tersebut diperkirakan naik hampir 500% dari sebelumnya. Bahkan, sejak tahun 2015, pemerintah memberikan bantuan alsintan sebanyak 54.083 unit, tahun 2016 sebanyak 148.832 unit, pada tahun 2017 sebanyak 82.560 unit, dan pada tahun 2018 sebanyak 112.525 unit. Alsintan tersebut telah diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani, UPJA, KUB, dan Brigade Alsintan.

Pada tahun 2019, Kementan mengalokasikan alsintan sebanyak 50 ribu unit. Alsintan tersebut berupa traktor roda dua (20 ribu unit), traktor roda empat (3 ribu unit), pompa air (20 ribu unit), rice transplanter (2 ribu unit), cultivator (4.970 unit) dan excavator (30 unit).

 

Dampak Positif Petani

Menurut Sarwo Edhy, penggunaan alsintan sangat bermanfaat dan berpengaruh terhadap peningkatan usaha tani. Jika alsintan bisa dimanfaatkan dengan tepat sangat berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani. Mengingat, tingkat produksi tanaman pangan juga terus meningkat seiring penggunaan alsintan.

Petani yang menggunakan alsintan menurut Sarwo, usaha tani menjadi lebih efektif dan efisien. Kalau dulu petani membajak sawah dengan alat tradisional butuh waktu 5-6 hari/hektar. Dengan memanfaatkan traktor, petani hanya butuh waktu 3 jam/ha. Sehingga, penggunaan alsintan lebih efektif dan efisien.

Sarwo menjelaskan, bantuan alsintan mampu menekan biaya operasional 35-48% dalam proses produksi petani. Penggunaan alsintan juga memberikan nilai tambah. Bahkan penanaman padi yang dulunya hanya satu kali setahun, kini bisa tiga kali karena proses pengolahan dan panen yang cepat. Dengan menggunakan alsintan dapat mengurangi kehilangan hasil panen (losses) sebesar 10%, sehingga produksi bisa lebih tinggi.

Hasil kajian Kementan juga menyebutkan, penggunaan transplanter dengan rata-rata kinerja 1 mesin transplanter dengan 1 orang operator dan 2 asistennya dapat menggantikan antara 15-27 hari orang kerja (HOK). Sedangkan kemampuan kerja tanam mencapai 1-1,2 ha/hari.

Penggunaan mesin rice transplanter jarwo 2:1 mampu menghemat biaya usaha tani sebesar Rp 1,1 juta/ha dari sebelumnya sekitar Rp 1,72 juta/ha (manual). Nah, keuntungan lainnya penggunaan rice transplanter adalah munculnya usaha pembibitan padi. Penggunaan rice transplanter memerlukan bibit khusus, yaitu umur bibit harus kurang dari 18 hari.

Menurut Sarwo, usaha bibit padi tersebut biasanya menggunakan tray. Setelah usia 18 hari, bibit tersebut bisa ditanam di sawah menggunakan rice transplanter. Rata-rata kebutuhan bibit sebanyak 250-300 dapog per hektar (ha). Pastinya, dengan adanya bantuan alsintan dari pemerintah, akan membantu mengubah mindset petani menuju petani modern. Penggunaan alsintan tak hanya menguntungkan, tapi bisa membantu kerja petani lebih efektif dan efisien dalam mengelola usaha taninya. (Tabloid Sinar Tani/Idt/Yul/Ditjen PSP)

Tue, 2 Jul 2019 @14:25


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved