saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Ibu Hj. Kartini (089660329948 (Call/WA)
KUNINGAN Septian 085295591920 (WA/Call)
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

Pelatihan Alsintan untuk Petani Indramayu

image

Salah satu upaya Kementerian Pertanian menggenjot produktivitas pertanian adalah dengan mekanisasi pertanianMelalui mekanisasi diharapkan proses usaha tani menjadi semakin efisien, sehingga terjadi peningkatan produktivitas, pendapatan petani dan daya saing prodak serta menekan biaya produksi seefisien mungkin.

Untuk mensukseskan program Kementerian Pertanian itu, penyuluh pertanian selaku garda paling depan pendamping awal bagi petani/kelompoktani harus siap dengan segala fasilitas yang dapat menunjang pemanfaatan alat tersebut. Karena itu, transfer teknologi, pelatihan-pelatihan dan bimbingan teknis memanfaatkan alat mesin pertanian ini perlu dikembangkan disosialisasikan secara kontinyu (berkelanjutan) dan terukur dampaknya.

Balai Penyuluhan Pertanian Bangodua Indramayu dalam rangka mensosialisasikan pemanfaatan alat mesin pertanian terutama mesin tanam indojarwo transplanter. Pelatihan ini bekerja sama dengan pemerintah daerah, kelompoktani dan dinas pertanian Indramayu melaksanakan bimbingan teknis swadaya pemanfaatan alat tersebut.

Acara bimbingan teknis tersebut dilaksanakan dengan tiga kegiatan utama yaitu pemaparan atau teori mengenal manfaat dan cara kerja mesin alat tanam,  kekurangan dan  kelebihannya, kegiatan praktek pengenalan persiapan pemanfaatan alat mesin (kontrol spesifik). Selain itu juga kegiatan lapang praktek alat mesin indojarwo transplanter pada kegiatan tanam yang akan dilaksanakan setelah benih siap tanam 12-15 hari yang akan datang.

“Saya sebagai pendamping menjelaskan tata cara pembuatan semai/pembibitan kering (sistem dapog) mulai dari syarat media semai, benih, termasuk takaran benih untuk setiap dapog. Kami juga memeriksa keadaan mesin tanam siap tidaknya dipergunakan bila pesemaian sudah jadi,” kata Aep Suparman dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat.

Aep menjelaskan, media semai harus terbuat dari campuran tanah dan pupuk organik bisa pabrikan bisa juga pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan 1:1. Termasuk syarat benihnya yang bernas yang diperlakukan dengan menggunakan larutan garam dengan air biasa. "Dengan media contohnya sebutir telur yang dicelupkan, bila telur sudah diposisi berdiri maka larutan sudah dapat dipergunakan," tuturnya.

Untuk seleksi benih yang bernas ditandai dengan benih. Jika tenggelam, benih itu dipakai. Namun jika mengambang harus dibuang.  “Kemarin kami dapat media tanah waled tapi basah jadi harus dikeringkan dan diayak, sehingga media halus. Setelah dapat media tanah kemudian dicampur pupuk organik, baru setelah media sisa kita tebar merata di dapog dengan ukuran secukupnya,” tambah Aep.

Selanjutnya, tebar benih yang sudah diberi perlakuan dengan merata, lalu dapog ditutup lagi dengan tanah yang sudah dicampur pupuk. Tujuan penutupan dengan tanah untuk menjaga agar benih tetap lembab dan menghindari benih dari hama burung.

“Untuk alsintannya sendiri kami cek mesin dari awal karena biasanya para penerima bantuan mesin jarang yang memeriksa kondisi mesin sehingga saat akan dipergunakan banyak kendala seperti susah dinyalakan atau mogok,” katanya.

 

Kerjasama Industri Alsintan

Sementara itu Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP)  di Yogyakarta menjalin kerjasama pelatihan dengan dunia usaha dan industri alsintan. Di antaranya, CV. Karya Hidup Sentosa, PT. Yanmar, PT. Adib Gloal Food Supplies, PT. United Tractor, PT. Medion Farma Jaya, PT. Estika Tata Tiara dan PT Swen Inovasi Transfer.

Untuk tahap pertama, CV. Karya Hidup Sentosa menyatakan kesiapan melatih peserta yang berasal dari 10 UPT pelatihan pertanian pusat. Pelatihan yang diselenggarakan adalah pelatihan substantif alat dan mesin pertanian. Pelatihan ini berlangsung selama 7 hari  (14 – 20 Mei 2019).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi ketenagaan pelatihan pertanian yaitu widyaiswara, tenaga teknis dan pengelola P4S. Adapun peserta yang mengikuti pelatihan terdiri dari 5 widyaiswara, 6 tenaga teknis dan 4 orang pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S).

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan), Bustanul Arifin Caya menjelaskan, Puslatan sangat konsen terhadap program-program yang diluncurkan Kementan dan akan selalu mendukung dengan mengerahkan segala sumberdaya untuk menyukseskannya.

Untuk diketahui, salah satu program utama Kementan adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045. Bentuk perhatian Kementan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian. “Bantuan alsintan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian Indonesia, salah satunya produksi pangan,” kata Bustanul. (Tabloid Sinar Tani/Tarminah/Tiara/Yul/Ditjen PSP)

Tue, 2 Jul 2019 @14:35


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved