saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Ibu Hj. Kartini (089660329948 (Call/WA)
KUNINGAN Septian 085295591920 (WA/Call)
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

Dryer UPJA Karya Bersama Siap Bantu Petani

image

Salah satu program pemerintah membantu petani adalah perbaikan mutu produksi padi petani. Kegiatan yang dilakukan adalah bantuan dryer (pengering) ke kelompok tani. Salah satu yang mendapat bantuan adalah UPJA Karya Bersama yang berada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Dryer berkapasitas  6 ton/hari kini telah dioperasikan pada Februari 2019 lalu.  Kini, penggunaan dryer bantuan Kementerian Pertanian pada akhir tahun 2018 tersebut  terus disosialisasikan ke petani. Manajer UPJA Karya Bersama, Muhson mengatakan, sangat bangga UPJA yang dikelola sejak tahun 2015 lalu bisa mengoperasikan dryer.

Menurutnya, dengan adanya dryer tersebut petani Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah bisa memanfaatkan mesin pengering padi tersebut, terutama saat panen musim hujan. “Kami juga berharap para “juragan” yang biasa membeli padi petani juga bisa memanfaatkan dryer  yang kami miliki,” kata Muhson, di Demak.

Menurut Muhson, karena dryer-nya baru dioperasikan Februari lalu, maka yang memanfaatkan mesin pengering tersebut masih sebagian kecil petani  di sekitar Desa Megonten. Kebetulan, panen  padi awal tahun di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jateng bertepatan dengan musim kemarau. Sehingga,  petani yang memanfaatkan mesin pengering tersebut relatif sedikit.

“Karena itu kami terus melakukan sosialisasi ke petani supaya mau memanfaatkan mesin pengering pada saat panen di musim hujan. Jadi, petani Desa Megonten ke depan tak usah kawatir menjemur padi  ketika musim hujan tiba,” papar Muhson.

Muhson mengatakan, kehadiran alat pengering padi tentunya sangat bermanfaat bagi petani di Kabupaten Demak, Jateng. Pasalnya, sejumlah petani padi di Demak sangat kesulitan menjemur padi di musim penghujan, karena lantai jemur mereka terbatas. Lantaran lantai jemurnya terbatas, padi yang mereka jemur tingkat kekeringannya pun tak maksimal.  

“Mesin pengering padi ini akan kami kelola dengan baik. Petani  kami harapkan bisa memanfaatkan alat pengering ini dan tak perlu repot lagi menjemur padi saat panen di musim penghujan,” jelasnya.

 

Pelatihan Pengoperasian Dryer

Menurut Muhson,  sebelum mengoperasikan mesin pengering padi tersebut, manajemen UPJA Karya Bersama mendapat pelatihan cara mengoperasikannya dari dinas terkait. Bahkan, dalam hal pengelolaan manajemen UPJA Karya Bersama juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Sebab, cara  mengoperasikan dan mengelola dryer ini berbeda dengan rice transplanter, traktor maupun combine hervester.

Muhson mengatakan, manajemen UPJA Karya Bersama akan memaksimalkan pengelolaan mesin pengering padi berkapasitas 6 ton/hari  tersebut. Untuk mengoptimalkan mesin pengering padi tersebut, manajemen UPJA Karya Bersama ke depan akan membeli gabah petani yang baru saja dipanen. Gabah tersebut, selanjutnya akan dikeringkan dengan dryer. Setelah dikeringkan, gabah tersebut langsung diolah di mesin penggilingan.

Ia menjelaskan, mesin pengering tersebut akan terhubung atau terintegrasi dengan mesin penggilingan padi milik UPJA Karya Bersama. Karena itu, pengelolaan mesin pengering padi tersebut bisa disatukan dengan mesin penggiling padi.

Menurut Muhson, padi yang dikeringkan dengan dryer,  kadar airnya bisa ditekan  sekitar 16-20 persen.  Karena itu petani tak usaha khawatir, produksi padi yang dihasilkan pada musim penghujan akan turun. “Berkat dryer inilah, kami berharap produksi padi di musim penghujan  masih tetap tinggi,” pungkas Muhson. Idt/Yul/Ditjen PSP

Tue, 2 Jul 2019 @14:41


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved