saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Shadam Hikaruz 0877-7922-2022
KUNINGAN Septian 085295591920
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

Tuban Jadi Percontohan Pengembangan Jagung Berbasis Korporasi

image

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah menunjuk Kabupaten Tuban sebagai salah satu Pilot Project  Pengembangan Kawasan Jagung Hibrida (Penangkaran Benih) Berbasis Korporasi Petani Tahun 2019. 

Pilot project ini merupakan tindak lanjut dari Permentan No. 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani. Peraturan Menteri Pertanian ini mengamanatkan agar percepatan pengembangan kawasan dilakukan melalui kegiatan percontohan.

“Kebutuhan benih jagung hibrida di Kabupaten Tuban sangat besar dan berpeluang potensinya untuk berkontribusi menyuplai industri pakan ternak di Provinsi Jawa Timur juga wilayah lain,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji kepada tabloidsinartani.com.

Mutadji mencontohkan untuk memenuhi areal produktif jagung seluas 119 ribu ha di tahun 2019 ini diperlukan kebutuhan benih kurang lebih 1.785 ton.  Sebagai langkah awal, lahan seluas 1000 hektar di Tuban akan menjadi Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Hibrida (Penangkaran Benih) Berbasis Korporasi Petani.

Keberhasilan Pilot Project ini diharapkan akan diterapkan di beberapa kawasan lain untuk mereplikasi kegiatan perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani kedepan. Karena itu, pilot project tersebut dilegalisasi melalui MoU atau nota kesepahaman Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Hibrida (Penangkaran Benih) Berbasis Korporasi Petani Tahun 2019 di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Perbenihan, M. Takdir Mulyadi; Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Tuban, Murtadji; Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros M. Azrai; PT. Twinn Rukimin, SP sebagai peng-Opkup Calon Benih, beserta Pengawas Benih Tanaman (PBT) dan Petugas POPT Wilayah Kabupaten Tuban serta kelompok tani penerima bantuan.

Direktur Perbenihan, Takdir Mulyadi menyampaikan, bahwa kegiatan percontohan bisa merangsang kelembagaan ekonomi petani agar mengelola bisnis usaha tani penangkaran benih jagung hibrida secara mandiri dan dapat meningkatkan produksi benih nasional secara berkelanjutan.

Tak hanya itu, tumbuhkembangnya pelaku usaha penangkaran benih jagung hibrida tidak lepas dari peran Pengawas Benih Tanaman (PBT) dalam melakukan pengawalan dan pendampingan program tersebut. Sehingga kinerja dan pengawalannya sangat diharapkan.

Pada kesempatan ini, dilakukan pula penandatanganan MoU kerjasama antara Kelompok tani Kecamatan Jatirogo, Tuban dengan Direktorat Perbenihan serta MoU kelompok tani Kecamatan Jatirogo, Tuban dengan PT. Twinn untuk komitmen pembelian calon benih jagung hibrida sesuai standar mutu.

Tahap pertama dilakukan percepatan tanam penangkaran benih jagung hibrida seluas 90 ha di Kecamatan Jatirogo dan secara bertahap seluas 500 ha di Kabupaten Tuban dengan varietas Penelitian dan Pengembangan Nasa 29 dan JH 27.

Untuk diketahui, korporasi petani adalah bagian dari Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) berbadan hukum berbentuk koperasi atau badan hukum lain. Namun sebagian besar kepemilikan modal dimiliki petani, sehingga mereka mempunyai posisi tawar atas produk yang mereka hasilkan.

Bentuk korporasi petani tersebut, bisa Koperasi maupun Badan Usaha Milik Petani (BUMP) berbentuk PT maupun Usaha Dagang (UD). Dalam korporasi petani tersebut juga bisa membuka diversifikasi, pengolahan bahkan perluasan pasar dari komoditas tersebut.

Di tahun 2018, Kementan telah mengembangkan pilot project kawasan pertanian berbasis korporasi petani di beberapa lokasi. Mulai dari Kab. Lebak (Jagung), Kab. Subang (Sapi Potong), Kab. Malang (Bawang Merah) dan Kab Kolaka Timur (Kakao).

Untuk di tahun 2019 ini, direncanakan pilot project akan dikembangkan di Kab. Sumbawa (Jagung), Kab. Tanggamus (Pisang), Kab. Karanganyar (Padi), Kab. Mojokerto (Itik), Kab. Tasikmalaya (Kedelai), Kab. Gunung Kidul (Kakao), Kab. Halmahera Utara (Kelapa), Kab Tana Toraja (Kopi), Kab. Bangka Selatan (Lada) dan Kab. Minahasa Utara.  (Tabloid Sinar Tani/Retno/Catur/Tia/Yul/Ditjen PSP)

Tue, 2 Jul 2019 @14:58


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved