saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Ibu Hj. Kartini (089660329948 (Call/WA)
KUNINGAN Septian 085295591920 (WA/Call)
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
SLINK
HISTATS

Penangkar Benih Jagung Hibrida Diperbanyak, Optimis Swasembada !

image

Kebutuhan benih sangatlah krusial untuk pemenuhan target swasembada tanaman pangan, khususnya jagung hibrida. Karenanya, Ditjen Tanaman Pangan memperbanyak penangkar benih jagung hibrida di daerah sentra. Jika kebutuhan benih bisa terpenuhi maka optimisme swasembada kian membara.

Pembangunan di subsektor tanaman pangan pada dasarnya merupakan rangkaian upaya untuk memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha tanaman pangan yang mampu menghasilkan produk mulai dari hulu sampai hilir, terutama berorientasi pada peningkatan produksi (ketersediaan) dan kualitas hasil. Orientasi tersebut tentunya membutuhkan benih tanaman pangan bersertifikat dan aplikasi teknologi budidaya lainnya.

Karena itu, Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan melakukan kegiatan pengelolaan sistem penyediaan benih melalui pemberdayaan penangkar benih tanaman pangan di daerah sentra. Penyediaan benih di tingkat petani dapat dilakukan melalui penangkaran benih oleh petani penangkar, sehingga dapat memenuhi kebutuhan benih di sekitar wilayah penangkaran.

Salah satu tanaman pangan yang mendapatkan perhatian adalah jagung hibrida, di mana jenis jagung ini biasa dipergunakan sebagai pakan ternak dan industri pengolah makanan. Kebutuhan benih jagung hibrida sangat besar, pemerintah sendiri menargetkan produksi akhir di tingkat petani mencapai 84 juta ton GKG.

Mengapa penting menggunakan jagung hibrida? Daya hasil yang tinggi serta mutu yang terjamin pada umumnya terdapat pada varietas unggul jagung hibrida. Olehnya, diperlukan peningkatan penggunaan benih jagung hibrida yang mempunyai potensi hasil lebih tinggi dibanding komposit dan lokal.

Dalam pakan unggas, jagung merupakan komponen penting karena berkontribusi sekitar 40-50 persen dalam formulasi pakan. pada tahun 2019 Industri pakan memerlukan 8,59 juta ton dan peternak mandiri 2,9 juta ton. Hal ini dapat menjadi pendorong bagi berkembangnya agribisnis jagung di Indonesia untuk peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Sekaligus sebagai motor penggerak pembangunan di pedesaan.

 

Basis Korporasi Petani

Selama ini, petani masih enggan menggunakan benih jagung hibrida karena harga benih yang masih mahal dan resiko gagal panen yang disebabkan kekurangan air pada pertanaman di musim kemarau, petani cenderung lebih memilih menanam generasi kedua (F2) dari pertanaman sebelumnya. Atau petani jagung hanya berharap selalu pada bantuan dari pemerintah.

Karena itu, penyediaan benih melalui penangkar bisa memberi harapan mengingat bantuan benih dari pemerintah tidak berlangsung terus menerus. Sehingga dengan melakukan produksi benih di wilayahnya dapat memenuhi kebutuhan benih pada waktu yang tepat dengan mutu terjamin dan harga lebih terjangkau.

Namun, penangkar benih tidak bisa terlepaskan sendiri dari kelompok tani atau gapoktan. Justru, penangkar benih harus berada didalamnya sehingga poktan maupun gapoktan bisa bertindak sebagai pelaku dan inisiator dalam proses produksi dan distribusi benih.

Pengembangan perbenihan berbasis korporasi adalah bentuk pengembangan dari nawacita desa mandiri benih yang pernah dicanangkan pemerintah. Tujuannya sekarang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri namun dapat juga bermitra dengan produsen benih. Bahkan dengan skala ekonomi yang luas, tentunya akan lebih memberikan manfaat yang lebih..

Pengembangan perbenihan berbasis korporasi juga tidak hanya sebatas memberikan bantuan kepada kelompok tani saja, namun tindak lanjutnya secara aktif terus didampingi oleh pemerintah dan memberikan peluang menjalin kemitraan dengan swasta.

Melalui kegiatan penangkaran benih padi bersertifikat berbasis korporasi memberikan keuntungan bagi petani penangkar dalam pemasaran benih hasil produksi kelompoknya. Sebab produsen benih bertanggung jawab menjamin terserapnya benih dari penangkaran mitranya. (Tabloid Sinar Tani/Humas Ditjen Tanaman Pangan)

Mon, 5 Aug 2019 @12:57


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved