saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Ibu Hj. Kartini (089660329948 (Call/WA)
KUNINGAN Septian 085295591920 (WA/Call)
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

RMU untuk Petani di Kawasan Perbatasan

image

Kawasan perbatasan yang selama ini kurang tergarap dan sering terpinggirkan, kini mulai mendapat perhatian khusus. Apalagi lahan sekitar kawasan perbatasan berpotensi sebagai lumbung pangan dan pintu masuk ekspor.

Kementerian Pertanian pun melihat peluang di kawasan perbatasan sangat menarik untuk digarap. Untuk menggerakkan potensi pertanian di kawasan perbatasan, pemerintah memberikan bantuan Rice Milling Unit (RMU).

“Pemikirannya kawasan perbatasan adalah akses terdekat untuk produk kita bisa ekspor ke luar negeri,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman, Bambang Pamuji di Jakarta, Rabu (16/10).

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah perbatasan yang cukup banyak. Antara lain dengan Malaysia, Brunei, Filipina, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste. Perbatasan itu sebenarnya surga baru bagi kehidupan bangsa ini.

“Saya yakin perbatasan bisa menjadi penyangga pangan nasional. Spiritnya adalah memberikan kesempatan bagi penduduk kawasan perbatasan membangun ekonomi pangan yang tepat,” tuturnya.

 

Bantuan RMU

Sebagai langkah nyata komitmen Kementan di wilayah perbatasan, Bambang menyebutkan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan memberikan fasilitasi Rice Milling Unit (RMU) sejak tahun 2016. Pembangunan RMU sebagai bentuk komitmen integrasi dan modernisasi langkah-langkah di lapangan.

Hingga saat ini, RMU di kawasan perbatasan sudah sebanyak 26 unit. Tersebar di beberapa provinsi seperti Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Bantuan alat tersebut secara teknis untuk meningkatkan kualitas produksi dan daya tawar petani.

“Dengan demikian masyarakat di kawasan perbatasan tersebut, khususnya petani akan semakin kuat posisi tawarnya. Kawasan perbatasan dapat menjadi lumbung beras baik untuk domestik maupun ekspor," kata dia.

Bahkan Bambang menegaskan, Kementan bertekad mendorong daya saing produk di kawasan perbatasan. Sebab, daya saing bagian dari proses menciptakan keunggulan. Parameternya, karakteristik produk, kapasitas produksi, mutu produk, efisiensi usaha, nilai tambah, harga yang kompetitif, kontinuitas suplain.

"Kita harus melakukan perubahan atas orientasi produksi sehingga tercipta keunggulan produk. Termasuk di kawasan perbatasan ini kita cari apa yang menjadi kekhasannya,” katanya.

Sementara itu Kepala Subbagian Kelembagaan Organisme Pengganggu Tanaman, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Batara Siagian mengungkapkan sebagai komitmen ketika menerima RMU tersebut, kelompok penerima RMU harus bekerjasama dengan Perum BULOG untuk penyerapan hasil.

Contohnya, di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, petani awalnya hanya menyerahkan nasib pada alam, hanya tanam setahun sekali saja karena menunggu hujan. Lalu April 2018 diberikan bantuan RMU. Hasilnya, kini petani bisa tanam padi minimal 2 kali.

Tidak hanya berhenti pada fasilitasi RMU, tapi juga merambah ke konsep pertanian organik. Seperti halnya di Entikong Kalbar. Saat ini, sedang dilakukan pembinaan organik bekerjasama dengan FAO. “Tanaman pangan, terutama produk beras organik menjadi salah satu primadona bagi kawasan perbatasan,” ungkap Batara.

Batara menambahkan Kementan bersama FAO pun dalam waktu dekat mengembangkan padi organik di wilayah perbatasan tersebut seluas 104 ha. Varietasnya padi organik yakni Inpari 24. Sedangkan untuk beras hitam digunakan varietas lokal yakni Selasih.

Menurut Batara, pangsa pasar di kawasan perbatasan cukup menjanjikan, karena beras organik merupakan produk eksotis dalam arti nilai jualnya tinggi. “Di pasaran bisa dihargai Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu/kg. Saya yakin pangsa pasar organik di perbatasan ini masih terbuka luas, jadi mari kita maksimalkan manfaatkan kesempatan ini," tuturnya.(Tabloid Sinar Tani/Kontributor/Yul/Ditjen PSP) 

Fri, 18 Oct 2019 @15:30


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved