saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Shadam Hikaruz 0877-7922-2022
KUNINGAN Septian 085295591920
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

Petani Kian Berminat Tanam Jagung Hibrida Balitbangtan

image

Pengembangan jagung hibrida menjadi salah satu upaya mendongkrak produksi. Bahkan kini berbagai varietas telah banyak dikenal petani. Tak terkecuali varietas yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Namun ada anggapan varietas jagung dihasilkan Balitbangtan tak sebaik varietas milik swasta. Tapi dari hasil uji coba di lapangan, ternyata varietas hasil rakitan Balitbangtan bisa menghasilkan produktivitas tinggi. Keberhasilan perbenihan jagung hibrida terus dirasakan langsung petani.

Salah satu contohnya Ratmin, Ketua Kelompok Tani Ngudi Raharjo, yang berhasil menanam benih jagung hibrida BIMA 20 URI di Desa Wirosari, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. “Kami bisa mengembangkan jagung hibrida BIMA 20 URI, sangat memuaskan dan lebih aman dari serangan penyakit bule," ujarnya.

Ratmin mengakui dirinya mendapatkan informasi bahwa produksi jagung hibrida BIMA 20 URI di beberapa kabupaten kalah jauh hasilnya dari jagung hibrida lainnya. Bahkan petani umum menolak diberikan bantuan untuk menanamnya kembali.

“Kami didampingi dan dikawal BPTP Jateng Badan Litbang Pertanian dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, dan tak tanggung-tanggung didatangkan inovatornya langsung dari Balitsereal Maros Sulawesi Selatan. Sehingga kami tahu harus ditanam seperti apa," tuturnya.

Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng menyampaikan apresiasi yang tinggi dengan adanya kegiatan perbenihan jagung hibrida nasional, sebagai tindak lanjut amanah Raker DPR 2017 terkait pengembangan jagung hibrida nasional hasil litbang. Kabupaten Kendal merupakan satu-satunya kabupaten yang mengusulkan pengembangan jagung hibrida nasional, khususnya BIMA 20 URI.

Sekaligus menjadi autokritik kepercayaan petani terhadap banyaknya jenis jagung hibrida nasional yang kalah bersaing dengan jagung hibrida umumnya. Informasi pengembangan dan kegiatan perbenihan dan pengembangan jagung hibrida BIMA 20 URI di Kabupaten Kendal, perlu segera disosialisasikan ke kabupaten sentra jagung lainnya di wilayah Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Tjipto Wahyono yang ikut mengawal kegiatan perbenihan, serta diseminasi melalui demplot pengembangan jagung hibrida BIMA 20 URI di sejumlah kecamatan, mengapresiasi keberhasilan kegiatan produksi benih jagung hibrida BIMA 20 URI yang melebihi target dari 2 ton/ha menjadi 4,2 ton/ha benih.

Hasil produksi pun melebihi rata-rata tingkat kabupaten. Sehingga, kegiatan perbenihan dan pengembangan jagung hibrida BIMA 20 URI ini menjawab permintaan peternak akan ketersediaan jagung, setelah dipetakan antara penyediaan benih, pengembangan dan kebutuhannya.

Tjipto menilai, peran PPL sangat strategis untuk mensosialisasikan ketersediaan benih jagung, khususnya di lima kecamatan di Kabupaten Kendal bagian atas yang berminat pada jagung hibrida BIMA 20 URI. “Dengan komitmen yang kuat penangkar benih, pengembang, peternak, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah, kemandirian produksi jagung di Kabupaten Kendal bukan hanya mimpi," tuturnya.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah (BPTP Jateng), Joko Pramono menekankan, benih menjadi input produksi utama untuk peningkatan provitas. Benih jagung hibrida bisa diproduksi kelompok tani melalui pendampingan.

Kelompok tani Ngudi Raharjo di Desa Wirosari menurutnya, sangat potensial sebagai penangkar benih jagung hibrida, dan siap menjadi produsen benih yang berbadan hukum. BPTP Jateng berkomitmen mendampingi dan mengawal dalam kegiatan perbenihan dan pengembangannya. “Tentu saja bekerjasama dan bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng," katanya.

 

Gelar Varietas Unggul Jagung

Peran Balitbangtan dalam peningkatan kinerja produksi jagung di Indonesia sangatlah strategis. UPT Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) berperan dalam mendorong peningkatan produksi jagung melalui sejumlah kegiatan. Diantaranya pengembangan jagung berbasis korporasi, demo varietas unggul baru serta kegiatan strategis lainnya untuk menunjang peningkatan produksi jagung nasional.

Gelar varietas/demplot merupakan salah satu kanal yang cukup andal untuk menunjukkan kinerja varietas dan menarik perhatian petani pengguna. Balitbangtan telah menerapkan pola ini untuk memperkenalkan varietas unggul yang telah dihasilkan. 

Misalnya, bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Minahasa Utara, Balitbangtan melakukan tanam perdana gelar varietas unggul jagung hibrida nasional. Selain bersifat pengenalan varietas, demplot ini juga dilakukan untuk menunjukkan kinerja aktual varietas jagung Balitbangtan, serta menghapus kesan negatif di masyarakat terhadap varietas jagung Balitbangtan.

Varietas unggul yang di gelar meliputi Nasa 29, JH 37, JH 45 dan Bima 20 URI yang merupakan varietas unggul baru hasil karya peneliti Balitbangtan, Kementerian Pertanian. Tanam perdana varietas unggul Balitbangtan dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Balitsereal, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Dandim Kabupaten Minahasa Utara, Kepala BPTP Sulawesi Utara serta kontak tani di wilayah Minahasa Utara.

Dalam sambutan pembukaan, Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Sulawesi Utara, Drs. Allan Mingkod menyambut baik kerjasama Balitbangtan dengan Pemerintah daerah Minahasa Utara. Kabupaten Minahasa Utara merupakan sentra produksi ternak utama di Sulawesi Utara yang membutuhkan jagung sebagai sumber pakan dalam jumlah besar.

Di sisi lain, petani di Minahasa Utara saat ini sangat bergairah menanam jagung karena harganya tinggi yakni Rp 4.500/kg dan waktu panen yang singkat sekitar 100 hari. Dengan keberadaan program benih berbasis korporasi di Sulut diharapkan mampu menumbuhkan investasi baru yang akan bersampak pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan, khususnya penangkar benih. 

Kepala Balitsereal Dr. Muhammad Azrai menyatakan, gelar teknologi ini merupakan salah satu upaya Balitbangtan untuk mempercepat proses transfer teknologi kepada petani. Varietas yang diperkenalkan yaitu Nasa 29, JH 37, JH 45 dan Bima 20 merupakan varietas hibrida unggul dengan hasil tinggi.

“Varietas unggul Balitbangtan mempunyai penampilan tongkol yang besar serta warna biji kuning kemerahan sehingga disenangi oleh pengusaha ternak unggas untuk produksi telur/daging yang berkualitas," ungkap Muhammad Azrai.

Azrai berharap, demplot varietas ini dapat meningkatkan hasil produksi jagung di Minahasa Utara serta menghapus keraguan petani terhadap kinerja varietas unggul baru jagung nasional. Gelar teknologi ini dilakukan sekaligus untuk mendukung program perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi di Sulawesi Utara yang nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih jagung di wilayah sekitarnya.

“Impor bukan solusi dalam membantu petani karena aliran modal akan keluar negeri. Akan lebih produktif apabila varietas yang di tanam dihasilkan dari hasil bangsa sendiri,” tegasnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara Ir. Novly GU menyatakan, Kabupaten Minahasa Utara dikenal sebagai penyangga utama produksi jagung di Sulawesi Utara. Pengembangan perbenihan berbasis korporasi merupakan jawaban permasalahan perbenihan yang selalu muncul setiap musim tanam di Sulawesi Utara yaitu ketepatan waktu ketersediaan, jumlah, jenis dan mutunya.

Novly mengharapkan, Minahasa Utara dapat menjadi pionir bagi pengembangan jagung hibrida Balitbangtan. Provinsi Sulawesi Utara merupakan penyuplai kebutuhan jagung wilayah Gorontalo, Maluku Utara hingga ke Papua.

“Setiap tahun tak kurang dari 1,2 juta ton jagung dihasilkan dari Sulawesi Utara. Karena itu dukungan Balitbangtan dalam penyediaan benih berbasis korporasi akan kami sinkronkan dengan program prioritas kami," katanya. Tabloid Sinar Tani/Kontributor/Yul/Ditjen PSP

Thu, 7 Nov 2019 @11:21


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved