saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Shadam Hikaruz 0877-7922-2022
KUNINGAN Septian 085295591920
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

PERAGI Siap Dampingi Petani dalam Modernisasi Pertanian

image

Pemberdayaan petani dan modernisasi pertanian menjadi persoalan tersendiri bagi pertanian di Indonesia. Kedua hal tersebut menjadi fokus yang bakal mendapat perhatian penting dari PERAGI (Perhimpunan Agronomi Pertanian).

Ketua Umum PERAGI, Prof. Andi Muhammad Syakir menilai, selama empat tahun terakhir Kementerian Pertanian telah berhasil meletakkan landasan yang sangat kuat untuk membangun pertanian modern di masa depan. Fakta tersebut menunjukkan inovasi Kementerian Pertanian yang diarahkan pada pertanian modern telah memberikan manfaat nyata terhadap pelaku usaha pertanian di daerah.

Namun upaya pemberdayaan petani dari sisi peningkatan keterampilan dan penguatan permodalannya, masih belum mendapat porsi pembinaan yang memadai. Upaya-upaya pendampingan untuk petani oleh penyuluh dan pendamping masih perlu ditingkatkan, agar petani dapat mengaplikasikan inovasi teknologi secara lebih efektif dan efisien.

“Sehingga salah satu prioritas program Pengurus PERAGI tahun 2019-2022 kali ini adalah pendampingan dan pemberdayaan petani. Sebab jika ingin survive dan unggul ke depan, maka butuh modernisasi dan SDM yang mengelolanya," kata Prof. Syakir saat Pelantikan Pengurus Pusat (2019-2022), Workshop dan Rapat Kerja "Peran Aktif PERAGI dalam Pemberdayaan Petani dan Modernisasi Pertanian di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Bogor, Rabu (4/12).

 

Saling Sinergi

Karenanya, ungkap Prof. Syakir, arah baru PERAGI harus bisa mengimplementasikan agronomi. Misalnya, pembinaan dan orientasinya tak hanya masyarakat kecil, tetapi juga pengusaha sehingga terjadi sinergi antara keduanya.

"Bisa dilihat juga program besar Kementan yang menitikberatkan pada pemberdayaan petani melalui Kostratani. Hal tersebut seiring dengan semangat PERAGI yang secara nyata mampu memberikan sumbangan terhadap peningkatan pendapatan petani dan devisa negara. PERAGI akan mampu bersinergi dengan SDM yang dimiliki yang tersebar di seluruh Indonesia," katanya.

Saat ini kiprah PERAGI semakin terbantu dalam mengakselerasi penciptaan teknologi dalam bidang agronomi, sejak Kementerian Pertanian mencanangkan pertanian modern. Peningkatan daya saing komoditas pertanian menjadi salah satu fokus PERAGI karena merupakan prasyarat penting untuk bersaing dengan negara lain.

Terkait daya saing, PERAGI akan berperan melalui pengembangan teknologi budi daya yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi produksi, sehingga selain dapat mendorong produktivitas juga dapat meningkatkan pendapatan petani.

Semangat pemberdayaan petani untuk modernisasi juga disambut baik pelaku usaha pertanian yang juga menjadi anggota Bidang Pemberdayaan Petani dari PERAGI, Iriana Ekasari. Menurutnya, PERAGI akan berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Khususnya yang berkaitan dengan pertanian, petani dan masyarakat umum yang menggunakan produk pertanian.

"Kita melihat ketersambungan petani melalui produknya dan pemanfaatan langsung akan memiliki nilai tambah yang besar bila difokuskan pada pemberdayaan masyarakat tersebut," tuturnya.

Apalagi, permasalahan utama bangsa ini adalah lapangan kerja. "Saya melihat lapangan kerja bisa diciptakan dalam bentuk UKM dan peran pemberdayaan masyakarat menjadi strategis. Yaitu, bagaimana produk pertanian kita berkiprah di penyediaan kehidupan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, petani milenial sukses yang menjadi anggota termuda di PERAGI, Sandi Octa Susila. Ia menilai, masuknya pelaku usaha dalam PERAGI bisa mengakselerasi inovasi dan gagasan dari peneliti dan akademisi ke dunia usaha dan industri. Bidang pemberdayaan ini menjadikan adanya link and match antara dunia lapangan dengan peneliti/akademisi. Bahkan bisa mengakselerasi lebih cepat.

“Sekarang memang belum optimal (link and match). Contohnya, ada inovasi baru yang dikelola PERAGI, belum bisa terdiseminasi dengan baik dengan dunia usaha dan petani. Sehingga masuknya kami (pelaku usaha) bisa mengakselerasinya kepada petani," harapnya.(Tabloid Sinar TAni/Gsh/Yul)

Mon, 9 Dec 2019 @13:26


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved