saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Ibu Hj. Kartini (089660329948 (Call/WA)
KUNINGAN Septian 085295591920 (WA/Call)
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

Teknologi Pendukung Kostratani

image

Era 4.0 tak bisa dihindari. Karena itu sektor pertanian pun dituntut bisa menyesuaikan dengan teknologi terkini. Begitu juga dalam penggunaan informasi teknologi dalam pembangunan pertanian.

Karena itu dalam program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) tak menampikkan penggunaan informasi dalam pelaksanaan program tersebut. Pasalnya, dengan teknologi informasi memungkinkan stakeholder cepat tanggap dalam mengambil kebijakan dan keputusan dengan analisa mendalam dari data dan informasi yang dimiliki.

"Bicara pertanian itu di lapangan, karenanya tidak boleh hanya diskusi saja di tingkat kabupaten, tingkat provinsi. Tapi di Kecamatan yaitu Kostratani. Kita bisa ketemu, diskusi dan implementasi. Bisa setiap hari, setiap bulan, setiap Minggu bisa, setiap jam, bahkan setiap menit bisa di Kostratani," kata SYL saat membuka Temu Nasional Kostratani, "Gerakan Pemberharuan Pembangunan Pertanian Indonesia untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional" di Jakarta, Rabu (11/12).

SYL mengakui, dalam membangun pertanian sekarang, paradigmanya sudah berubah. Sekarang ini, tidak bisa lagi menyelesaikan problem pertanian dengan level koordinasi yang sama seperti dahulu. Untuk itu perlu pendekatan baru sesuai dengan tantangan era yang ada. “Kostratani menjadi tempat kita berkumpul dengan cara yang baru. Tidak ada yang tidak menggunakan IT didalamnya," tegasnya.

Bahkan dengan pendekatan Artificial Intellegence (AI) dan Internet of Things (IOT), tugas Kostratani bisa lebih mudah. Misalnya, bisa melihat kapan hujan akan datang, berapa kelembapan suhu yang ada. Dengan pencitraan satelit dan resolusi yang tepat, anakan rumpun padi yang berada di wilayah tersebut juga bisa dihitung.

Dalam koordinasi dengan Kostratani, Kementan membuat Agricultural War Room (AWR). Dengan AWR, menurut SYL, dapat dilihat langsung keadaan di lapangan dan bisa dianalisa langsung hingga membuat perencanaan. “Saya juga akan bicara dengan peyuluh setiap saat," ujarnya.

Tak hanya itu, koordinasi antar penyuluh akan lebih sinergi dalam kostratani. Sebab semua fungional dari Penyuluh, Operator IT, Mantri Tani, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Penilai Varietas Tanaman Pangan (PVPT), Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP), Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, Pengawas Alsintan, Analis Ketahanan Pangan, Analis Pasar Hasil Pertanian, Pengawas Mutu Pakan (Wastukan) dan Pengawas Bibit Ternak (Wasbitnak) semua menjadi pasukan atau brigade di Kostratani untuk petani Indonesia.

SYL menegaskan dan berharap jika pemerintah daerah mulai dari Gubernur, Bupati hingga Camat mulai melakukan hybrid program yang menyatukan cara lama dan cara baru dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi dan efektivitas komoditi pertanian.

"Kita lakukan perbaikan di segala lini. Kalau mau ekspor, kita perbaiki hulunya termasuk infrastruktur sehingga broken dan lossesnya menjadi rendah. Kita perbaiki juga SDMnya agar Kostratani memiliki SDM yang kuat dan handal," tuturnya.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry menambahkan, pihaknya telah mengembangkan AWR untuk Balitbangtan. AWR tersebut merupakan Inteligence room yang berfungsi sebagai ruang operasional dan komando lingkup Badan Litbang Pertanian sekaligus penguatan monitoring, pelaporan dan verifikasi kegiatan strategis Kementerian Pertanian terkait penelitian dan pengembangan.

"Intelligence room mempunyai fasilitas untuk monitoring pertumbuhan tanaman melalui CCTV, fasilitas teleconference yang terhubung dengan 12 pusat penelitian dan 34 BPTP di 34 Provinsi," katanya.

Selama ini, Intelligence Room digunakan Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) sebagai bentuk layanan data dan informasi sumberdaya lahan pertanian. Termasuk sarana display data dan informasi yang lengkap yang dapat diakses setiap saat, baik untuk kebutuhan pengambilan kebijakan maupun layanan informasi khususnya bagi para pengambil kebijakan.

“Dalam kerangka Kostratani, Intelligence Room akan menjadi AWR Balitbangtan yang mendukung akses data dan informasi tingkat provinsi sekaligus menjadi operasional room Kostra Daerah,” tutur Fadjry.

 

Dukungan Balitbangtan

Semangat Kostratani terus digelorakan dan dilaksanakan dengan berbagai dukungan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bahkan mempersiapkan dua teknologi terbaru yang bisa mendukung Kostratani.

“Kostratani harus didukung dengan penyediaan data dan inovasi teknologi. Balitbangtan memiliki misi untuk menghasilkan dan mengembangkan teknologi pertanian modern yang memiliki scientific recognition dengan produktivitas dan efisiensi tinggi," tutur Fadjry.

Balitbangtan melalui Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) telah menyediakan Peta Lahan Indonesia dalam berbagai seri. Terbaru, Balitbangtan merilis Peta Lahan Gambut Indonesia dengan skala 1: 50.000. “Ini sebagai walidata gambut. Peta lahan gambut ini sangat ditunggu untuk mengelola lahan gambut Indonesia dengan kebijakan yang tepat ,” tutur Fadjry.

Peta Lahan Gambut Indonesia Skala 1:50.000 ini menyajikan informasi tentang sifat-sifat tanah gambut, ketebalan dan sub lapisan di bawahnya. Untuk mengkomunikasikan dengan dunia Internasional, klasifikasi tanah gambut nasional diberi padanannya menurut Soil Taxonomy.

Pemetaan lahan gambut skala 1:50.000 ini telah memperbaharui luasan lahan pada tahun 2011 seluas 14.93 juta ha pada skala 1: 250.000 dan pada skala 1: 50.000 adalah seluas 13.43 juta ha. Perubahan luasan ini terjadi karena semakin intensifnya pengamatan lapangan, semakin detil imformasi data pendukung (citra satelit resolusi tinggi, citra sentinel), dan semakin baiknya pengelolaan basis data lahan gambut. (Tabloid Sinar Tani/Gsh/Yul)

Tue, 17 Dec 2019 @10:52


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved