saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Shadam Hikaruz 0877-7922-2022
KUNINGAN Septian 085295591920
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

Optimalisasi Lahan, Tanam Jagung di Areal Peremajaan Sawit

image

Optimalisasi lahan menjadi salah satu program pemerintah memanfaatkan potensi keterbatasan lahan. Salah satu kegiatan optimalisasi lahan adalah dengan integrasi budidaya tanaman pangan dan perkebunan. Misalnya jagung dan kelapa sawit.

Penanaman dilakukan di lahan perkebunan sawit yang tengah di-replanting (diremajakan). Nah, sambil menunggu masa panen kelapa sawit, petani bisa memanfaatkan lahan sawit tersebut untuk budidaya jagung. Kegiatan itu kini diterapkan petani di Desa Sondoang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Pencanangan tanam perdana dilakukan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada Sabtu (7/12). Pada kegiatan itu Mentan SYL didampingi Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar, Ketua DPRD Sulbar, Bupati Mamuju, Habsi Wahid, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyo, Kepala Balitbangtan, Fadjri Jufri, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, Staf Ahli Menteri, Bambang, serta pejabat daerah lainnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar, Anny Anggraeni, melaporkan capaian kinerja sektor pertanian provinsi Sulbar mengalami kemajuan. Dalam kurun waktu 2014-2017, produksi jagung naik, rata-rata kenaikan sebesar 109,3℅ per tahun. Sulbar juga berhasil mengembangkan Inseminasi Buatan (IB) pada tahun 2019, sebanyak 9,033 dari total 8,000 ekor.

“Saya juga tidak menutup mata bahwa produksi padi walaupun mengalami kenaikan rata-rata setiap tahun 15%, tapi masih dibawah rata-rata nasional, 4,81 ton/ha,” katanya.

 

Bangun Pertanian, Perlu Kerjasama

Menanggapi hal itu, Mentan SYL mengatakan, membangun pertanian membutuhkan kerja sama. Perencanaan yang kuat dan akselerasi yang cepat dalam pelaksanaannya, mulai dari hulu hingga hilir. "Tidak boleh manja, kita harus kerja. Pertanian itu sangat menjanjikan. Bukan hanya kita bisa hidup darinya tapi juga bisa membuat orang kaya. Sulbar pasti bisa," ujarnya.

Menurut SYL, pertanian harus menjadi gerakan kekuatan masyarakat dan kebersamaan sangat penting di didalamnya, sebab pertanian mengurus makanannya rakyat, perutnya rakyat dan bersentuhan dengan 267 juta jiwa masyarakat. “Karenanya, yang kita urus adalah ketahanan negara," tegasnya saat membuka Temu Nasional Kostratani, "Gerakan Pemberharuan Pembangunan Pertanian Indonesia untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional" di Kantor Pusat Kementan, Rabu (11/12).

SYL kembali menegaskan jika perut rakyat lapar, maka proses maupun program apapun dalam kehidupan, tidak bisa berlangsung dengan baik. Karena itu, perlu menghadirkan negara untuk mampu mengolah (pertanian). “Siapakah itu, adalah kamu dan saya. Karena itu, pertanian menjadi penting dan strategis, tidak boleh kecolongan, iseng-iseng atau teledor mengurusinya. Perlu analisa yang jauh dan dalam," tegasnya.

Untuk itu SYL menegaskan, seluruh komponen bangsa sebagai bagian baut dari pembangunan pertanian. “Kostratani, jajaran stakeholder pertanian baik di pemerintahan maupun lapangan adalah baut yang memegang fungsi strategis," tegasnya.

Menurut Kuswandi, petugas POPT, Kecamatan Kaluku merupakan salah satu sentra jagung di Kabupaten Mamuju. Hampir sebagian besar warga, khususnya di Desa Sondoang adalah petani jagung. Rata-rata lahan garapan mereka 1,5-2 ha dengan produktivitas mencapai 10 ton/ha.

Seperti dialami wilayah dan provinsi lain, kemarau panjang juga dirasakan petani jagung di Desa Sondoang. Namun hal itu tidak menyurutkan mereka untuk terus menanam. Seperti yang dilakukan Khairuddin, petani jagung yang berusia 67 tahun. 

“Kemarau tahun ini sangat terasa panjangnya. Padahal kami mengandalkan air hujan untuk pengairan. Lahan yang kami tanami jagung ini dulunya kebun sawit, yang sekarang di replanting. Kemungkinan luasnya 10 hektar. Saya sendiri menggarap 1,5 hektar. Ada petani swadaya, ada juga bantuan dari Pemerintah," tutur Khairuddin.

 Dalam kesempatan itu, Mentan SYL juga menyampaikan, bantuan berupa 69 ton benih jagung untuk areal 7 ribu hektar, benih padi untuk 71 ribu hektar sawah, Power Trasher 5 unit, Hand Traktor roda empat 3 unit, roda dua 19 unit, paket Asuransi Untuk Ternak Sapi/ Kerbau 1,076 ekor, Pompa air 13 unit, Cultivator 7 unit, Corn Sheller 5 unit, bantuan ayam 800 ribu ekor untuk 5 kabupaten, pakan ayam sebanyak 2 ribu ton. Kontributor/Yul/Ditjen PSP

Tue, 17 Dec 2019 @11:04


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved