saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Shadam Hikaruz 0877-7922-2022
KUNINGAN Septian 085295591920
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

Manisnya Bisnis Kopi

image

Bangga. Begitu ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sambil tersenyum saat kunjungan kerjanya ke Berlin, Jerman. Pasalnya, mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu menemukan kopi Blawan dari dataran tinggi Ijen, Kabupaten Bondowoso dihargai sangat mahal.

 

Bayangkan saja, setiap kilogram kopi Blawan, pembeli rela merogoh kocek senilai Euro 29,20 atau Rp 450 ribu. Karena itu wajar Syahrul berbangga karena kopi Blawan menjadi salah satu kopi unggulan yang dijual Berliner Kaffeerösterei, salah satu toko kopi terkemuka di Berlin.

“Melihat kopi kita dihargai dengan nilai tinggi tentu menjadi penyemangat untuk terus menggiatkan ekspor pertanian, termasuk untuk komoditas kopi. Ayo terus tingkatkan produktivitas dan kualitas produk kita sehingga kita bisa merajai pasar dunia,” pinta Syahrul.

Kopi Blawan menjadi salah satu kopi Indonesia yang diminati warga Eropa. Selama ini 90 persen kopi produksi Blawan diserap pasar luar negeri, seperti Belanda, Jerman, hingga Amerika Serikat. Kopi yang ditanam di Perkebunan Blawan berjenis arabika. Jenis kopi ini memang banyak diminati masyarakat Eropa, karena rasanya manis dan asam.

Sejak tahun 2016, Kabupaten Bondowoso memang telah mencangkan sebagai “Republik Kopi”. Di Bondowoso terdapat tiga kebun kopi, yaitu Kebun Jampit, Kebun Blawan, dan Kebun Pancor. Dari tiga kebun ini, dihasilkan kopi arabika bertaraf internasional yang terkenal dengan sebutan Java Coffee Jampit, Java Coffee Blawan, dan Java Coffee Pancoer.

Indonesia sendiri saat ini merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Topografi tanah berbukit dengan gunung-gunung vulkanik membuat Indonesia dianugerahi tanah yang subur dan cocok ditanami kopi.

Selain kopi Blawan, Indonesia mempunyai beragam jenis kopi lainnya. Sebut saja kopi Gayo di Aceh, kopi Solok di Sumatera Barat, kopi Preanger di Jawa Barat, kopi Kintamani di Bali, kopi Toraja di Sapan, kopi Wamena di Papua, hingga kopi Bajawa di Flores.

Meski kopi Indonesia sudah merambah pasar Internasional, namun Syahrul terus mendorong agar pertumbuhan ekspor kopi bisa meningkat hingga tiga kali lipat sampai lima tahun ke depan. Untuk itu, Ia meminta para produsen dari hulu dan eksportir untuk bekerja sama sehingga pertumbuhan ekspor kopi bisa sesuai target atau lebih.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana menyatakan, peluang kopi Indonesia di luar negeri semakin terbuka dengan dorongan faktor konsumsi dunia yang meningkat akibat perubahan gaya hidup. Konsumsi kopi dunia pada 2018 sebanyak 9,68 juta ton, dengan tren konsumsi yang meningkat rata-rata 2,1% per tahun selama lima tahun terakhir.

Karena itu pihaknya mendukung penyempurnaan tata cara dan kebijakan ekspor produk kopi dan turunannya dengan prosedur perizinan yang lebih sederhana. Penyederhanaan prosedur perizinan tersebut merupakan salah satu cara untuk meningkatkan ekspor kopi dan turunannya.

Saat ini, perizinan ekspor kopi telah diatur berdasarkan Permendag nomor 109 tahun 2018 tentang Kebijakan Ekspor Kopi. Untuk terdaftar sebagai eksportir terdaftar kopi (ETK), registrasi dapat dengan mudah dilakukan melalui Inatrade dengan melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

 

Diburu Dunia

Selama dekade terakhir, kopi premium kian diburu para penikmat kopi dunia. Karena itu tak jarang, kopi unggulan ini dihargai dengan nilai yang tinggi. Di dalam negeri, permintaan pun banjir dengan bermunculannya kedai kopi milenial, mulai dari franchise hingga kopi rumahan.

Sekretaris Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) Jawa Timur, Ichwan Nursidik mengakui, permintaan pasar kopi di luar negeri maupun dalam negeri semakin meningkat. Hanya saja, dari sisi perkebunan masih belum mampu memenuhi kebutuhan.

“Karena masalah keterbatasan bahan baku, kemampuan pertumbuhan ekspor hanya 5%. Kalau mau meningkatkan produksi pun, kopi kita akan tetap terserap semua, baik di ekspor maupun untuk konsumsi dalam negeri,” katanya.

Sedangkan untuk serapan dalam negeri, Gaeki menyebutkan pasar dalam negeri sendiri tahun 2019 diperkirakan naik 8-10% seiring dengan tren pertumbuhan gaya hidup dan industri kafe dan restoran. Sementara, produksi kopi sendiri tahun ini diprediksi hanya tumbuh sekitar 7%, sehingga dari pertumbuhan produksi tersebut, sebanyak 5% pertumbuhan akan diserap pasar asing, dan 2% sisanya diserap dalam negeri.

Berdasarkan catatan GAEKI, kinerja ekspor kopi Jatim pada 2019 mencapai 70.238,1 ton. Terdiri dari 3.929,7 ton kopi jenis arabika, sebanyak 50.460,6 ton jenis robusta dan 15.847,6 ton kopi olahan. Volume ekspor tersebut meningkat 5% dibandingkan 2018 yang hanya 66.881 ton. Sebanyak 10-12% sasaran ekspor kopi Jatim adalah pasar Jepang, dan disusul negara-negara Timur Tengah dan Eropa Timur, serta potensi pasar baru di Afrika Selatan, Mozambik dan Nigeria.

“Saat ini ekspor terbesar masih ke Jepang sekitar 10-12%. Dulu ekspor ke Jepang sempat mendominasi sampai 30%. Namun, trennya kini menurun. Persyaratan ekspor ke sana cukup ketat, sedangkan harga tidak jauh berbeda dengan negara lain,” kata Ichwan.

Karena itu, eksportir melirik pasar lain. Yakni, negara-negara di Eropa Timur dan Timur Tengah. Belum lama ini kopi Indonesia masuk ke pasar Afrika Selatan, Nigeria, dan Mozambik. “Strategi kami untuk masuk ke pasar baru melalui pameran maupun kontak bisnis,” ujarnya.

Namun Ketua Asosiasi Kopi Indonesia, Syafrudin melihat, pasar kopi dunia lebih berminat dengan kopi jenis green bean dibandingkan kopi dalam bentuk kemasan. Alasannya, karena dinilai memiliki roasting sendiri dan diolah sendiri. “Setiap belahan negara pasti memiliki ciri masing-masing, dengan tingkat roasting yang ditentukan mereka sendiri. Maka dari itu ekspor green bean yang paling utama di dunia,” ujarnya. (Tabloid Sinar Tani/Gsh/Yul)

Tue, 28 Jan 2020 @13:54


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved