saranatanijakarta.com
RSS Feed
Welcome
image

MARDIOTO

0813-9863-5779 (WA/Call); 0895-3756-39991


SARANA TANI JAKARTA
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan
Jakarta Selatan (Tabloid Sinar Tani)
AGEN PENJUALAN:
CIREBON Ibu Hj. Kartini (089660329948 (Call/WA)
KUNINGAN Septian 085295591920 (WA/Call)
Email: saranatanijakarta@yahoo.com
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Arsip
HISTATS

Peran Kostratani dalam Penyerapan KUR Rp 50 Triliun Tahun 2020

Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur baik individu/perseorangan atau badan hukum yang melakukan usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup baik dengan suku bunga pada tahun 2020 sebesar 6% efektif per tahun.

Tujuan KUR yakni untuk meningkatkan dan memperluas penyaluran kredit kepada usaha produktif; meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro,kecil dan menengah; serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Ada empat fasilitasi Pemerintah melalui Program KUR dapat disampaikan sebagai berikut: 1) Penurunan Suku Bunga KUR dari 7% menjadi 6% pada tahun 2020; 2) Meningkatkan Target Penyaluran KUR tahun 2020 : Rp. 50 triliun; 3) Peningkatan maksimum plafon KUR mikro dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta; 4) Target KUR Sektor Produksi sebesar minimal 60%.

Persyaratan untuk bida mendapatkan KUR sebagai berikut:

1)       Warga Negara Indonesia (WNI) dan wajib memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dibuktikan dengan KTP Elektronik atau Surat Keterangan Pembuatan KTP Elektronik.

2)       Usaha telah berjalan minimal 6 bulan

3)       Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan

4)       Boleh memiliki kredit pemilikan rumah, kendaraan dan kartu kredit dalam kondisi lancar.

 

Jenis Dokumen yang Dibutuhkan

Untuk pengajuan KUR baik Perorangan maupun Badan Usaha harus melengkapi dokumen sebagai berikut :

1)       Fotokopi e-KTP dan KK;

2)       Untuk Pengajuan Perorangan melampirkan Fotokopi Surat Nikah (Bagi yang sudah menikah);

3)       Surat ijin usaha (SIUP, TDP, SITU, HO) atau keterangan usaha dari kelurahan/kecamatan;

4)       Fotokopi dokumen jaminan untuk kredit diatas Rp. 50 juta;

5)       Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Untuk KUR diatas Rp. 50 juta.

 

Proses Pencairan Dana KUR

Untuk mensupport ketersedian, terjaminnya mutu dan harga yang wajar, diperlukan adanya Mitra Usaha yang siap sebagai supplier, baik itu untuk Saprotan dan Alsintan. Mitra Usaha tersebut juga akan berperan sebagai Off Taker dari hasil pertanian yang ada.

ALFATANI merupakan salah satu Mitra Usaha yang akan mencairkan Dana – KUR yang langsung disalurkan ke petani berupa natura (Saprotan – Alsintan) dan tunai untuk biaya hidup.

ALFATANI juga berperan menyiapkan Pengadaan Saprotan dan Alsintan di lokasi serta akan menyerap hasil pertanian.

 

Evaluasi Penyerapan KUR

Realisasi KUR dari tahun 2016 hingga Nopember 2019 rata-rata hanya 17.34% dari yang ditergetkan. Adapun Realisasi KUR dari tahun 2016 hingga Nopember 2019 dapat dirinci sebagai berikut :

1)       Realisasi KUR tahun 2016 baru 11,9 T (13,99%) dengan Jumlah Debitur 715.588;

2)       Realisasi KUR tahun 2017 baru 17,28 T (17,3%) dengan Jumlah Debitur 865.552;

3)       Realisasi KUR tahun 2018 baru 19,65 T (16,37%) dengan Jumlah Debitur 894.620 sedangkan;

4)       Realisasi KUR tahun 2019 per Per Nopember 2019 baru 30,4 T (21,71%) dengan Jumlah Debitur 1.279.058.

 

Dari hasil evaluasi Realisasi tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 penyaluran KUR belum optimal masih di bawah 20%, sementara target penyaluran KUR tahun 2020 senilai Rp 50 triliun yang diperuntukkan pada sub sektor Tanaman Pangan (14.23 triliun); Hortikultura (6.39 triliun); Perkebunan (20.37 triliun) dan Peternakan (9.01 triliun). Rendahnya realisasi tersebut disebabkan antara lain kurangnya sosialisasi tentang KUR; kurangnya penyebaran informasi; kurangnya pendampingan sehingga pemahaman penerima KUR masih Kurang. Selain itu, kunci penentu ada di Perbankan dan lokasi Kantor Bank masih jauh.

Untuk itu, peran dan pendampingan oleh para petugas termasuk dalam hal ini para penyuluh untuk melakukan sosialisasi secara massif agar masyarakat tahu, dan mau serta mampu untuk mengakses fasilitas Modal usaha produktif dari Pemerintah dan pihak perbankan.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai lembaga penyuluhan pemerintah yang mempunyai tugas dan fungsi penyuluhan pertanian pada tingkat kecamatan serta merupakan unit kerja nonstructural dengan wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan.

Kostratani adalah gerakan pembaharuan pembangunan pertanian kecamatan, melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran BPP dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian. Untuk itu dalam hal percepatan pangajuan KUR maka tugas dan peran BPP/Kostratani dapat disampaikan sebagai berikut :

Tugas dan peran Kostratani dalam percepatan pengajuan KUR

1)       Kostratani tidak hanya melakukan tugas penyuluhan, melainkan juga sebagai data base pertanian di wilayah kerja masing-masing.

2)       Kostratani berwenang memberikan rekomendasi atas calon debitur dalam pengajuan KUR.

3)       Kostratani melaporkan data calon debitur dalam pengajuan KUR ke level Kabupaten – Kostrada yang kemudian dihimpun/dikumpulkan dan di serahkan ke Bank atau Lembaga Keuangan Penyalur KUR yaitu Himbara (Himpunan Bank Negara) apakah Bank BRI, Bank BNI-46 maupun Bank Mandiri dan melaporkan juga ke ke Propinsi - Kostrawil dan Pusat – Kostratanas.

 

Upaya percepatan penyaluran KUR di Banyuasin

Kementerian Pertanian RI mendorong masyarakat petani perorangan maupun petani yang bergabung dalam kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan untuk mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank BNI 46.

KUR ini diperuntukkan dalam usaha tani Padi dan Alat Mesin Pertanian. Acara Percepatan Penyaluran KUR di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan dilaksanakan di Aula Kecamatan Muara Telang yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta lebih termasuk perwakilan para kepala Desa di Kecamatan Muara Telang pada hari Senin 20 Januari 2020.

Dalam sambutan dan arahan Bupati Banyuasin H.Askolani Jasi. SH.MH, mengharapkan agar masyarakat petani mengambil kesempatan yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Pertanian yang menunjuk Bank BNI, Bank BRI maupun Bank Mandiri untuk menyalurkan Kredit dengan bunga 6% pertahun dan tanpa agunan.

Tujuan pemerintah menyalurkan KUR adalah untuk membantu masyarakat dalam hal permodalan usaha produktif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beliau mengharapkan kepada pihak Bank BNI 46 perwakilan wilayah Sumatera Selatan memberikan pembinaan dalam pengelolaan keuangan sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemanfaatannya.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian (Dr.Ir. Sumardjo Gatot Irianto, MS.DAA) menyampaikan arahannya bahwa Kabupaten Banyuasin merupakan Kabupaten yang pertama untuk mengakses KUR dan beliau meminta kepada Direktur Serealia (Bambang Sugiharto) yang hadir pula pada acara percepatan penyaluran KUR untuk mengembangkan dan menyiapkan seluas 1000 hektar pertanaman Ketan sebagai komoditas eksport.

Dari pihak Bank BNI – 46 hadir Pimpinan Wilayah Palembang (Dodi Widjajanto) yang menyampaikan alokasi anggaran yang tersedia untuk KUR Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020 senilai 636 M meningkat 80% dari tahun 2019. Beliau akan memberikan pelayanan dengan prinsip siapa yang cepat dia yang dapat tidak hanya untuk Kabupaten Banyuasin saja melainkan untuk seluruh Provinsi Sumatera Selatan. Untuk itu beliau mengharapkan agar Banyuasin segera mengajukan Kredit untuk dapat diproses.

Pada acara ini juga ditandatangi Nota Kesepahaman antara petani penerima KUR dan pihak Bank BNI - 46 secara simbolis disaksikan oleh para pejabat. Ada sejumlah 475 petani yang akan menerima KUR di Kecamatan Muara Telang dan dalam waktu 1 -2 minggu kedepan diharapkan seluruh Kabupaten Banyuasin sudah terdata dan diajukan ke pihak Bank.

Lebih lanjut kegiatan percepatan penyaluran KUR harus dilakukan secara massif dan peran dari berbagai stakeholder untuk mendorong seluruh masyarakat petani agar dapat mengakses fasilitas pemerintah melalui Kridit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6% pertahun tanpa angunan.

Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.

 

(Tabloid Sinar Tani/Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com)

Sumber : Direktorat Pembiayaan Ditjen PSP; BANK BNI-46

Tue, 28 Jan 2020 @14:26


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PT SITEKNO · All Rights Reserved